Teknik Bimbingan Klasikal Dalam Layanan Bimbingan

Teknik Bimbingan Klasikal

Bimbingan klasikal merupakan salah satu strategi dari komponen layanan dasar. Di dalam rambu-rambu penyelenggaraan bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal (Depdiknas, 2008) disebutkan bahwa  tujuan komponen layanan dasar yaitu untuk membantu konseli agar: (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri  dan lingkungannya, (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggungjawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya, (3) mampu menangani masalah atau memenuhi kebutuhannya, dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya.

Dalam rangka mencapai tujuan layanan dasar tersebut,maka fokus perilaku yang dikembangkan menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar dan karir. Keempat aspek tersebut berkaitan erat dengan upaya membantu konseli dalam mencapai tugas perkembangan sebagaimana dirumuskan dalam bentuk standar kompetensi kemandirian.

Materi yang dapat dikembangkan dalam layanan bimbingan klasikal, berdasarkan pada  rambu-rambu pelaksanaan bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal (Depdiknas, 2008), dalam bidang pengembangan pribadi-sosial, antara lain: fungsi agama bagi kehidupan, self esteem, motivasi berprestasi, keterampilan pengambilan keputusan, keterampilan memecahkan masalah, keterampilan hubungan antar pribadi, keterampilan berkomunikasi, kesadaran keragaman budaya, perilaku bertanggungjawab, bahaya perkelahian masal, dampak pergaulan bebas dan lain sebagainya.

Dalam bidang karir, materi yang dapat dikembangkan antara lain: pemantapan pilihan program studi, keterampilan kerja professional, kesiapan pribadi dalam menghadapi dunia kerja, perkembangan dunia kerja, iklim kehidupan dunia kerja, cara melamar pekerjaan dan lain-lain. Dalam bidang belajar,materi yang bisa dikembangkan antara lain: strategi menghadapi ujian nasional, manajemen dalam belajar, cara mengikuti pelajaran di kelas, cara belajar di kelas akselerasi, cara membaca buku teks dan lain-lain.

Materi bimbingan dalam strategi bimbingan klasikal, dipersiapkan untuk semua siswa dirancang dalam program bimbingan yang akan dilaksanakan secara terjadual, tatap muka di kelas. Dalam menentukan materi yang dirumuskan dalam bentuk topik-topik layanan, didasarkan pada kurikulum yang telah dikembangkan di setiap sekolah, merujuk pada Rambu-rambu Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Disamping itu juga didasarkan pada hasil need asesmen yang telah dilaksanakan di setiap awal tahun ajaran baru dalam rangka menyusun program bimbingan dan konseling baik program tahunan maupun program semester.

Teknik Bimbingan Klasikal

Bimbingan klasikal sebagai salah satu pendekatan bimbingan secara kelompok, maka metode atau teknik yang dapat digunakan juga sama dengan teknik-teknik dalam bimbingan kelompok. Gazda (dalam Romlah 2006) mengatakan bahwa dalam bimbingan kelompok,menggunakan media instruksional (pembelajaran) dengan menerapkan prinsip-prinsip dinamika kelompok. 

Teknik-teknik yang dapat digunakan seperti teknik ekspositori, diskusi kelompok, bermain peran dalam bentuk sosiodrama, permainan simulasi, home-room dan lain-lain.

Setiap teknik mempunyai ciri yang khas dan punya kelebihan serta kelemahan. Suatu teknik mungkin cocok untuk digunakan dalam suatu layanan dengan materi dan tujuan tertentu, sementara teknik yang lain tidak cocok untuk layanan yang dimaksud. Maka ketika  merancang suatu layanan bimbingan klasikal, konselor perlu memilih secara tepat teknik yang akan digunakan. 

Dalam menentukan teknik apa yang akan digunakan dalam bimbingan klasikal, perlu mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini: 
  1. Kompetensi  atau tujuan yang hendak dicapai
  2. Waktu, seberapa waktu yang dimiliki untuk mempersiapkan dan untuk melaksanakan layanan
  3. Fasilitas, fasilitas apa saja yang dimiliki dan bisa digunakan dalam memberikan pelayanan terkait dengan teknik yang akan digunakan
  4. Pengetahuan awal peserta didik
  5. Materi yang akan disampaikan, apakah berupa konsep, nilai-nilai, atau keterampilan dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, dapat dipilih teknik yang akan digunakan dalam melaksanakan layanan bimbingan klasikal. Materi yang ditujukan untuk pengembangan wawasan, lebih pada aspek kognitif, antara lain dapat menggunakan teknik seperti ekspositori, diskusi kelompok, permainan simulasi. Layanan yang lebih digunakan untuk mencapai tujuan pada aspek afektif dan psikomotorik, antara lain dapat menggunakan teknik diskusi kelompok, sosiodrama, permainan-permainan kelompok sebagai upaya memberikan pelatihandan sebagainya. 

Langkah-Langkah Pelaksanaan Bimbingan Klasikal

Bimbingan klasikal dilaksanakan melalui prosedur atau langkah-langkah baku dalam suatu program, yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

Perencanaan 
Perencanaan merupakan  langkahyang dilaksanakan konselor dalam merencanakan kegiatan layanan bimbingan klasikal.Sebagai suatu program, layanan bimbingan klasikal telah terprogram dalam program tahunan maupun program semester dari program bimbingan dan konseling. 

Didalam program semester, telah dapat dibaca kapan suatu topik layanan bimbingan klasikal akan diberikan dengan sasaran suatu jenjang kelas tertentu. Pada waktu menyusun program tahunan maupun program semester tersebut, didasarkan pada hasil need assessment sehingga bisa dikatakan telah sesuai dengan kebutuhan.

Pelaksanaan
Program bimbingan klasikal yang telah disusun dalam bentuk RPLBK selanjutnya dilaksanakan dengan mengadakan pertemuan secara tatap muka di kelas, sesuai dengan jadual di masing-masing kelas. Pelaksanaan kegiatan juga disesuaikan dengan  program semesteran yang sudah disusun sejak awal semester.

Dalam pelaksanakan kegiatan, konselor/ guru BK melaksanakan layanan sesuai dengan prosedur atau langkah-langkah yang telah dirancang di RPLBK. Aspek yang perlu diperhatikan oleh konselor pada setiap pelaksanaan  kegiatannya antara lain yaitu:
  1. Tahap pembukaan/ langkah awal, aktivitas konselor antara lain: menciptakan hubungan baik (membina raport) dengan konseli, menfasilitasi konseli untuk terbuka, menjelaskan tujuan layanan, cara-cara pelaksanaan layanan, asas-asas kegiatan yang akan dilaksanakan, memberi motivasi pada konseli untuk berpartisipasi dalam kegiatan
  2. Tahap peralihan/ transisi, aktivitas konselor antara lain: menjelaskan kegiatan yang akan ditempuh pada tahap berikutnya, memelihara suasana kelompok agar tetap semangat, kompak dan fokus pada tujuan bimbingan, menerima perbedaan konseli secara terbuka, menfasilitasi terjadinya perubahan suasana interaksi antar anggota kelompok
  3. Tahap kegiatan inti atau produktivitas, aktivitas konselor: melaksanakan kegiatan sesuai dengan metode/ teknik yang dipilih, mendorong anggota kelompok untuk berbagi pikiran, berbagi pengalaman, mengatur lalu lintas kegiatan, memotivasi anggota untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan, menggunakan teknik intervensi yang relevan dengan perubahan tingkah laku konseli, mengendalikan diri untuk tidak mendominasi
  4. Tahap penutup/ terminasi, aktivitaskonselor: memberitahu bahwa kegiatan akan berakhir, merangkum proses dan hasil kegiatan, melaksanakan evaluasi, membahas kegiatan lanjutan, dan mengemukakan kesan dan harapan.
Evaluasi
Evaluasi merupakan aktivitas yang dilakukan konselor/ guru BK untuk melihat efektifitas proses pelayanan serta keberhasilan ketercapaian tujuan layanan. Evaluasi meliputi evaluasi proses dan evaluasi hasil. Melalui aktivitas evaluasi dapat diketahui perubahan perilaku konseli setelah mendapatkan pelayanan bimbingan.

Evaluasi dapat dilakukan melalui proses refleksi maupun menggunakan teknik-teknik non tes, disesuaikan dengan data apa yang hendak dikumpulkan dalam evaluasi. Instrumen  yang dapat digunakan antara lain pedoman observasi, lembar kerja siswa, angket, tes dan lain-lain.Bagaimana melaksanakan evaluasi, dibahas pada modul tentang evaluasi program dan layanan bimbingan dan konseling.

Media Bimbingan Klasikal

Agar bimbingan klasikal dapat terlaksana secara efektif, menarik bagi para konseli, maka konselor hendaknya menggunakan media. Media merupakan segala sesuatu yang digunakan oleh konselor sebagai alat bantu dalam melaksanakan layanan bimbingan. Media tersebut dapat berfungsi sebagai perantara dalam menyampaikan pesan ataupun  alat yang digunakan dalam mendukung aktivitas dalam pelaksanan bimbingan klasikal.

Pada waktu merancang layanan bimbingan klasikal,maka konselor/ guru pembimbing juga merancang media yang akan digunakan dalam  pelayanan. Ada sejumlah prinsip yang perlu diperhatikan dalam menentukan media yang akan digunakan dalam pelayanan bimbingan. Prinsip tersebut antara lain yaitu: 
  1. Tidak ada satu pun media paling baik, setiap media mempunyai kelebihan dan kelemahan
  2. Pemilihanmedia  sesuaikan  dengan materi dan tujuan bimbingan
  3. Hindari ketergantungan pada media tertentu
  4. Media perlu dimanfaatkan secara baik dengan  mempertimbangkan pengalaman dan gaya belajar konseli
  5.  Media dikembangkan disesuaikan degan metode/ teknik bimbingan yang akan digunakan.
Beberapa media yang dapat digunakan dalam bimbingan klasikal misalnya: media untuk layanan dengan teknik ekspositori, dapat menggunakan power point yanag ditayangkan melalui LCD, media gambar di atas kertas, modul materi bimbingan, komik materi bimbingan dan lain-lain. 

Media layanan denga teknik diskusi kelompok, dapat berupa lembar kerja siswa yang berisi materi diskusi, tayangan kasus sebagai bahan diskusi, lembar observasi proses diskusi dan lain-lain. Media untuk layanan dengan teknik permainan simulasi, berupa beberan permainan simulasi dengan kelengkapannya serta skenario atau matrik permainan simulasi sebagai panduan.Di samping itu masih banyak lagi media yang dapat digunakan.Selanjutnya bahasan tentang media, ditulis pada topik tersendiri.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Teknik Bimbingan Klasikal Dalam Layanan Bimbingan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel