Teknik Permainan Simulasi Dalam Bimbingan Kelompok

Teknik Permainan Simulasi

Permainan simulasi terdiri dari dua kata yaitu permainan dan simulasi. Permainan merupakan aktivitas yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, mereka mengadakan pertemuan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu, terdapat aturan dan batasan waktu. Sedang simulasi merupakan meniru situasi-situasi tertentu yang merupakan representasi dari kehidupan nyata. Permainan simulasi merupakan gabungan antara permainan dan simulasi, para pemain melakukan aktivitas simulasi dan mereka memperoleh balikan dari aktivitas permainan tersebut (Coppard, 1976).

Permainan simulasi merupakan salah satu jenis permainan yang digunakan untuk merefleksikan situasi-situasi yang terdapat dalam kehidupan nyata. Situasi yang diangkat dalam permainan dimodifikasi seperti disederhanakan, diambil sebagian ataupun dikeluarkan dari konteksnya (Adams,1973 dalam Romlah,2006). Permainan simulasi merupakan gabungan antara bermain peran dan berdiskusi. Dalam permainan simulasi, para pemain bermain secara berkelompok, saling berkompetisi untuk mencapai suatu tujuan, diikat oleh aturan-aturan tertentu yang telah disepakati bersama (Romlah,2006).

Dalam memberikan layanan bimbingan, permainan simulasi dapat digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan bimbingan. Teknik ini tepat  digunakan untuk mengenalkan konsep, nilai-nilai maupun keterampilan-keterampilan tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Konseli belajar tentang kehidupan dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan melalui permainan. Proses belajar dengan melakukan akan lebih efektif hasilnya dibandingkan dengan belajar hanya dengan mendengarkan.

Dengan teknik permainan simulasi  dapat digunakan untuk mencapai  tujuan bimbingan pada aspek kognitif, afektif maupun motorik. Melalui proses diskusi dalam merespon pesan-pesan di beberan simulasi konseli dapat menambah pengetahuannya. Melalui model yang ditampilkan dalam permainan simulasi serta balikan-balikan yang muncul dalam proses permainan dapat merubah sikap dan mengasah keterampilan tertentu para konseli.

Media Permainan Simulasi

Penggunaan teknik permainan simulasi membutuhkan media yang harus dipersiapkan secara khusus. Perangkat media tersebut terdiri dari:
  1. Beberan simulasi, merupakan  beberan atau papan permainan yang berisi sejumlah pesan yang diatur dalam suatu langkah-langkah tertentu. Pesan tersebut memuat suatu situasi yang diangkat dari  kehidupan sehari-hari dan disesuaikan dengan topik bimbingan yang sedang diangkat. Pada saat proses permainan pesan tersebut dibaca oleh pemain dan pemain memberi respon jawaban atas pertanyaan atau permasalahan yang dimunculkan dalam pesan tersebut
  2. Kartu pesan, pesan-pesan permainan yang tidak tertampung di beberan simulasi, ditulis dalam kartu-kartu kecil. Terdapat dua macam kartu, yaitu kartu yang berisi pesan dan kartu yang memuat aktivitas selingan yang menyenangkan bagi pemain mapun penonton
  3. Alat penentu langkah, dapat berupa dadu, kubus berisi angka maupun lot yang bertulis angka. Alat ini untuk menentukan berapa langkah yang harus dilakukan pemain setelah melemparkan dadunya
  4. Tanda bermain atau gaco, tanda ini digunakan sebagai alat untuk menunjukkan dimana langkah yang telah dicapai oleh pemain
  5. Perangkat media tersebut dilengkapi dengan matrik atau skenario permainan simulasi.Skenario permainan simulasi berisi secara lengkap pesan-pesan permainan, aturan permainan serta langkah-langkah pelaksanaan permainan simulasi.

Prosedur Pelaksanaan Layanan dengan Teknik Permainan Simulasi

  • Perencanaan, konselor membuat persiapan  layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan simulasi, perencanaan tersebut diwujudkan dalam bentuk RPLBK. Disamping itu konselor juga mempersiapkan media permainan dalam bentuk beberan simulasi
  • Pelaksanaan, kegiatannya terdiri dari (1) tahap pembukaan atau awal kegiatan, (2) tahap transisi,  meliputi: (a) mempersiapkan media beberan simulasi, (b) penentuan kelompok pemain yang akan bermain dalam permainan simulasi, (c) menentukan pemegang peran, dapat dipilih atau ditawarkan. Konseli  yang tidak terpilih sebagai pemain maupun pemegang peran mereka menjadi observer atau penonton. Dalam permainan simulasi observer juga diperkenankan terlibat dalam proses diskusi, (d)  menyampaikan aturan-aturan permainan, (3) kegiatan inti atau tahap produktivitas, yaitu   pelaksanaan permainan, konselor memimpin jalannya permainan simulasi termasuk jalannya diskusi.Pada langkah ini konselor juga dituntut untuk dapat mengobservasi secara cermat terhadap para konseli yang sedang terlibat dalam permainan maupun kelompok penonton, (4) penutup, konselor menyimpulkan hasil permainan simulasi melalui mekanisme refleksi diri maupun refleksi proses, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi hasil
  • Evaluasi,  setelah pelaksanaan permainan simulasi maka aktivitas berikutnya adalah mengadakan evaluasi baik evaluasi hasil maupun evaluasi proses.

Peserta Permainan Simulasi

Dalam permainan simulasi melibatkan sejumlah individu yang memegang peran-peran tertentu, mereka terdiri dari:
  • Fasilitator, berperan sebagai pemimpin yang mengelola seluruh aktivitas permainan. Fasilitator dalam permainan simulasi sebaiknya dipegang secara langsung oleh konselor sekolah. Tugas dari fasilitator antara lain: (a) mempersiapkan media beberan simulasi, (b) menjelaskan mekanisme pelaksanaan permainan, (3) menentukan/ memilih kelompok pemain, kelompok pemegang peran, penulis dan penonton, (4) memimpin jalannya diskusi, (5) membantu memecahkan masalah pada persoalan yang tidak dapat diselesaikan konseli, (6) mengakhiri jalannya permainan simulasi
  • Pemain, yaitu konseli yang dengan sukarela atau ditunjuk menjadi pemain, mereka bertugas menjalankan gaco atau penentu langkah, jika sampai pada pesan-pesan tertentu maka pemain menjawab atau mendiskusikan materi sesuai dengan permintaan yang ditulis di pesan.
  • Pemegang peran, yaitu konseli yang ditunjuk untuk memerankan peran-peran tertentu sesuai dengan scenario. Pemegang peran jika diminta memberi respon oleh pemimpin, maka ia harus memberi respon dan respon tersebut harus sesuai dengan peran yang sedang dimainkannya.
  • Penulis, bertugas untuk menulis atau mencatat segala peristiwa yang terjadi dalam proses simulasi
  • Penonton, yaitu para konseli yang tidak terlibat sebagai pemain, pemegang peran maupun sebagai pemain.

Kelebihan dan kelemahan Teknik Permainan Simulasi 

Kelebihan Teknik Permainan Simulasi

  1. Merupakan teknik yang menyenangkan sehingga tidak membosankan, sebab konseli diajak untuk bermain-main
  2. Konseli dapat belajar melalui penghayatan secara langsung dari suatu peristiwa, meskipun peristiwa yang diangkat hanya imajinatif
  3. Melalui permainan simulasi  dapat disajikan model peristiwa ataupun model perilaku, sehingga konseli dapat belajar melalui model yang disajikan
  4. Dapat digunakan sebagai alat mendiagnosis perilaku konseli.

Kelemahan Teknik Permainan Simulasi

  1. Dalam pelaksanaannya membutuhkan waktu yang lebih lama
  2. Menuntut kecermatan dalam mengobservasi para konseli baik pada kelompok pemain maupun penonton agar dapat menangkap secara cermat setiap perilaku atau peristiwa yang terjadi dalam proses permainan
  3. Menuntut keterampilan yang lebih dari konselor dalam mengelola kelas sebab kelas terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok pemain dan kelompok penonton  yang sama-sama menuntut perhatian sepanjang proses permainan. Untuk mengatasi kelemahan ini, konselor dapat menggunakan system co-leader, konselor dapat bekerjasama dengan kolega konselor yang lain atau wali kelas untuk membantu pelaksanaan permainan peranan.

0 Response to "Teknik Permainan Simulasi Dalam Bimbingan Kelompok"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel