Teknik Permainan Kelompok Dalam Bimbingan

Teknik Permainan Kelompok

Bermain merupakan aktivitas yang tidak asing bagi siapa saja. Orang tua, muda, remaja terlebih  anak-anak senang melakukan aktivitas bermain. Menurut Elliot (dalam Hurlock, 1990) permainan  merupakan suatu aktivitas yang dapat menimbulkan kesenangan.

Ada sejumlah ciri dalam suatu permainan yang dikemukakan oleh Huizinga (dalam Monk dkk, 1982), yaitu: (1) permainan selalu bermain dengan "sesuatu" dapat berupa benda atau aktivitas, (2)  selalu terdapat interaksi timbal balik, (3) permainan selalu berkembang, dinamis dan berputar dalam suatu siklus sehingga mencapai klimaks anti klimaks dan memulai dari awal lagi, (4) terdapat aturan-aturan yang disepakati bersama tanpa ada rasa terpaksa, (5) dibatasi oleh waktu dan membutuhkan tempat atau ruang.

Menurut Amster (dalam Gazda, 1978) permainan dapat digunakan sebagai alat untuk:
  1. Mendiagnosis perilaku individu dalam kelompok
  2. Membangun hubungan baik dengan orang lain
  3. Sebagai media belajar memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari
  4. Membantu anggota kelompok dalam mengungkap perasaan 
  5. Mengatasi tekanan-tekanan melalui mekanisme katarsis dalam proses permainan
  6. Menanamkan kebiasaan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan pendapat tersebut di atas  dapat dikatakan bahwa permainan dapat digunakan sebagai teknik dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling. Dalam menggunakan permainan sebagai suatu teknik, perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:
  1. Permainan digunakan sebagai alat dalam bimbingan sehingga tujuannya bukan untuk permainan itu sendiri tetapi mencapai tujuan bimbingan
  2. Setiap permainan yang akan digunakan selalu dirancang sebelumnya
  3. Dalam pelaksanaannya harus fleksibel karena sangat dipengaruhi kondisi dinamika kelompok pada saat berlangsungnya permainan
  4. Pemimpin dituntut untuk kreatif dan berani mengambil suatu tindakan yang tidak bisa diantisipasi sebelumnya
  5. Untuk mencapai hasil yang maksimal, selalu diakhiri dengan diskusi refleksi dan kesimpulan hasil permainan dikaitkan dengan tujuan layanan.

Sebagai teknik pada umumnya permainan yang digunakan adalah permainan kelompok. Teknik permainan kelompok ini dapat digunakan sebagai suatu teknik yang berdiri sendiri, dalam arti selama proses layanan hanya menggunakan teknik yang dimaksud.

Disamping itu teknik permainan kelompok  dapat pula digunakan untuk variasi dari teknik yang lain, misal teknik ekspositori. Dengan variasi teknik permainan maka ekspositori akan menjadi lebih menarik dan mereduksi kebosanaan sebagai kelemahan dari ekspositori.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Teknik Permainan Kelompok Dalam Bimbingan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel