Teknik Diskusi Kelompok Dalam Bimbingan

Teknik Diskusi Kelompok

Dalam konteks bimbingan kelompok, teknik diskusi kelompok dipandang sebagai jantungnya teknik bimbingan kelompok. Sebab sebagian besar teknik bimbingan kelompok menggunakan variasi teknik diskusi dalam proses pelaksanaannya.

Diskusi kelompok dapat dikatakan sebagai suatu percakapan yang direncanakan antara 3 orang atau lebih, bertujuan untuk memperjelas ataupun memecahkan suatu masalah yang dihadapi di bawah pimpinan seorang pemimpin (Romlah, 2006).

Ciri-Ciri Diskusi Kelompok

  1. Terdapat pembicaraan atau percakapan yang dilakukan oleh 3 orang atau lebih
  2. Proses pembicaraan dirancang terlebih dahulu
  3. Tujuan untuk memperjelas (klarifikasi)  maupun untuk memecahkan suatu masalah yang diberikan kepada kelompok, masalah  dapat berupa masalah riel yang sedang dihadapi anggota kelompok maupun masalah yang disimulasikan (bukan masalah yang sebenarnya)
  4. Dalam proses diskusi dipimpin oleh pemimpin kelompok, hal ini menunjukkan bahwa dalam suatu kelompok terdapat anggota dan pemimpin kelompok. 

Berdasarkan batasan diskusi kelompok di atas, maka teknik diskusi kelompok dalam bimbingan konseling  dapat dikatakan sebagai cara memberikan pelayanan bimbingan  dengan mengadakan pembicaraan di dalam kelompok atas  suatu topik atau masalah yang telah dirancang sebelumnya, bertujuan untuk memperjelas maupun memecahkan permasalahan yang diangkat dalam diskusi. Kelompok terdiri dari sekumpulan konseli yang berjumlah 3 orang atau lebih di bawah pimpinan seorang pemimpin.

Tujuan Diskusi Kelompok

Teknik diskusi kelompok dapat digunakan untuk mencapai tujuan layanan yang bermaksud membantu konseli dalam:
  1. Mencerahkan atau memperjelas suatu masalah
  2. Memecahkan masalah konseli dalam kelompok. Di samping itu, khususnya terkait dengan pengembangan aspek pribadi sosial, teknik diskusi kelompok juga dapat membantu konseli dalam mengembangkan: (a) pemahaman terhadap diri sendiri dan orang lain, (b) meningkatkan kesadaran diri, (c) mengembangkan pandangan baru tentang hubungan antar manusia, (d) mengembangkan keterampilan dalam berkomunikasi, (e) mengembangkan keterampilan kepemimpinan, (f) dan mengembangkan keterampilan belajar secara mandiri.

Teknik diskusi kelompok dapat digunakan apabila para anggota kelompok telah memiliki pengetahuan awal atas topik yang akan didiskusikan. Materi diskusi bukan sesuatu yang belum diketahui sama sekali tetapi berhubungan dengan hal-hal yang telah dikenal, diketahui sebelumnya. Di sini tampak bedanya dengan teknik ekspositori yang tidak mensyaratkan dimilikinya pengetahuan awal dari para konseli.

Dikenal berbagai macam bentuk diskusi kelompok. Bentuk mana yang akan digunakan sangat tergantung pada tujuan yang hendak dicapai, materi serta sasaran/ konseli.  Bentuk-bentuk diskusi kelompok antara lain yaitu diskusi brainstorming atau curah pendapat, diskusi kelompok kecil, diskusi panel, diskusi kelas, diskusi model jigsaw dan sebagainya.

Prosedur  Layanan Bimbingan dengan Teknik Diskusi Kelompok

Dalam melaksanakan layanan bimbingan dengan teknik diskusi kelompok, mengikuti prosedur sebagai berikut:

Perencanaan
pada tahap ini  pembimbing/ konselor merancang layanan yang diwujudkan dalam RPLBK. Aktivitas yang dilakukan meliputi:
  • Identifikasi masalah, identifikasi pengetahuan, sikap ataupun keterampilan yang dibutuhkan konseli
  • Identifikasi pengetahuan dan  pengalaman awal konseli
  • Merumuskan tujuan layanan
  • Meracang materi yang akan didiskusikan
  • Mengatur strategi pelaksanaan yang meliputi  merancang kegiatan pada setiap langkah  pelaksanaan, termasuk menentukan model diskusi yang akan digunakan, pengaturan waktu
  • Merumuskan hasil akhir diskusi yang diharapkan termasuk mekanisme pelaporannya.

Pelaksanaan
Tahap ini dilaksanakan mulai pembukaan, pelaksanaan kegiatan inti dan penutup. Berikut ini adalah tahapannya:
  • Pada tahap awal atau pembukaan konselor membuka kegiatan dengan mengadakan pembinaan hubungan baik, pemberian motivasi dan penyampaian tujuan dan aktivitas yang akan dilaksanakan
  • Peralihan atau transisi
  • Tahap kegiatan inti, langkah-langkah kegiatan ini meliputi: (a) embentuk kelompok sesuai dengan model diskusi yang akan digunakan, pada tahap ini struktur kelompok hendaknya dibentuk secara jelas ditunjuk siapa berperan sebagai apa seperti ketua kelompok, sekretaris dan  observer. Perlu disampaikan pula tugas dari masing-masing pemegang peran, (b) menyampaikan materi atau bahan yang harus didiskusikan oleh kelompok. Perlu diinformasikan pula bentuk hasil akhir atau laporan yang diharapkan, mekanisme pelaporan serta batasan waktu dalam diskusi,(c) pada waktu kelompok melakukan aktivitas diskusi maka konselor mengamati, memantau aktivitas setiap kelompok, membuat catatan-catatan penting dari hasil observasi, membantu kelompok yang menemui kesulitan, (d) sesuai dengan waktu yang direncanakan maka setiap kelompok melaporkan hasil diskusi. Pelaporan hasil tidak hanya terkait dengan materi yang didiskusikan termasuk pula hasil observasi yang telah direkam oleh observer
  • Pada tahap penutup konselor merefleksi hasil dan proses, merangkum hasil diskusi  dan mengadakan evaluasi hasil.

Evaluasi

Pada tahap ini konselor melakukan evaluasi terhadap layanan yang telah dilaksanakan, apakah tujuan yang telah dirumuskan di RPLBK dapat tercapai. Di samping evaluasi hasil juga dilaksanakan evaluasi  proses yang  dapat digunakan sebagai pijakan dalam mengembangkan program berikutnya.

Kelebihan dan Kelemahan Teknik Diskusi Kelompok

Kelebihan teknik diskusi kelompok:
  • Konseli menjadi lebih aktif sehingga diharapkan tujuan layanan bisa lebih dicapai secara efektif
  • Diskusi dapat melatih keterampilan konseli dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara lebih efektif, konseli dapat berlatih mendengarkan aktif, menyampaikan gagasan, pikiran maupun perasaan, mengenal orang lain, berempati dan sebagainya
  • Konseli juga dapat berlatih menjadi pemimpin, baik melalui perannya sebagai pemimpin kelompok maupun melalui hasil pengamatannya terhadap pemimpin dan pengalaman sebagai anggota kelompok.

Kelemahan teknik diskusi kelompok:
  • Membutuhkan waktu yang lebih lama
  • Membutuhkan falisitas tempat yang lebih luas dan fasilitas kursi yang mudah dipindah-pindah
  • Kemungkinan diskusi menjadi salah arah, tidak mencapai tujuan yang diharapkan apabila konselor kurang kontrol terhadap proses kelompok
  • kemungkinan  pembicaraan dalam kelompok tidak merata, ada anggota kelompok yang menguasai pembicaraan, ada yang kurang mendapat kesempatan berbicara.

Untuk mengatasi kelemahan tersebut, maka konselor harus benar-benar mengobservasi secara intensif pada waktu proses diskusi. Jika ditemukan  gejala adanya suatu penyimpangan ataupun kelompok yang kurang efektif, konselor dapat segera memberi intervensi terhadap kelompok tersebut.

Dalam konteks bimbingan dalam aktivitas diskusi kelompok yang lebih penting justru pada proses pelaksanaannya dibanding dengan hasil akhir dari materi diskusi. Oleh karena itu teknik ini  bukan suatu pilihan agar konselor dapat meninggalkan kelas untuk mengerjakan tugas lain.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Teknik Diskusi Kelompok Dalam Bimbingan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel