Selasa, 26 September 2017

Software Inventori Study Habit (Bimbingan dan Konseling)

Software Inventory Study Habit/ Kebiasaan Belajar adalah suatu alat pengumpul data yang berisi pernyataan-pernyataan tentang kebiasaan belajar siswa yang disajikan dalam bentuk software komputer untuk menyajikan data atau informasi kebiasaan belajar siswa. Software Inventory Study Habit ini dikembangkan dari teori kebiasaan belajar milik Djamarah.

Software ini sudah memenuhi kelayakan standar pemakaian karena telah melalui uji coba lapangan diseluruh SMA di kota Malang. Pengembangan software ini ditujukan untuk tingkat Sekolah Menengah Atas, kalau dipakai untuk SMP dan SMK pernyataan inventori perlu disesuaiakan.

Didalam Softwate Inventory Study Habit/ Kebiasaan Belajar ini terdiri dari 53 pernyataan, untuk menghindari jawaban yang sama pernyataan dibuat pernytaan postif dan negatif. Untuk pernyataan positif mempunyai nilai alternatif jawaban 4 3 2 1 sedangkan pernyataan negatif (merah) 1 2 3 4.

Tampilan Software Inventory Kebiasaan Belajar
 Halaman pembuka Welcome to..

 Halaman form login

Halaman petunjuk pengisian software

 Halaman pernyataan

Halaman hasil

Dalam software ini juga dicantukan tips belajar

Halaman pengelolaan hasil

Halaman pengelolaan hasil 2

Halaman pengelolaan hasil 3

Untuk mengetahui ulasan lebih lanjut mengenai softawre ini silahkan download buku panduannya di bawah ini.

Download buku panduan Software Inventory Kebiaasaan Belajar
Software Inventori Study Habit


Password program [www.indoamaterasu.com]

Software Adversity Quotient (Bimbingan dan Konseling)

Adversity quotient merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa dalam menjalani kehidupannya. Adversity quotient adalah ukuran atau standar yang dipakai untuk mengetahui respon siswa dalam menghadapi dan bertahan terhadap kesulitan yang dialami. Adversity quotient memiliki empat dimensi, diantaranya Control, Ownership, Reach, dan Endurance.

Adversity quotient merupakan bagian dari karakteristik siswa, maka dari itu instrumen untuk mengumpulkan data harus disesuaikan dengan jenis data yang akan dikumpulkan. Instrumen yang dirasa tepat untuk mengumpulkan data mengenai adversity quotient adalah instrumen non tes yang berbentuk inventori. Inventori adalah sejumlah pernyataan yang harus dipilih dan diisi oleh siswa, sesuai dengan karakteristik dirinya. Pada inventori tidak ada jawaban benar dan salah, melainkan jawaban yang sesuai dengan karakteristik individu sendiri.

Software merupakan sekumpulan dari perintah/ fungsi yang ditulis dengan aturan tertentu untuk memerintah komputer untuk melaksanakan tugas tertentu. Inventori merupakan  suatu alat yang berfungsi untuk mengumpulkan informasi dari responden baik dalam bentuk pernyataan, pendapat, sikap, maupun tulisan. Adversity quotient adalah aspek yang menentukan bagaimana ketahanan seseorang dalam menghadapi kesulitan hidupnya, sehingga diketahui apakah seseorang dapat bertahan atau menyerah.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa inventori Adversity Quotient dengan media software adalah sekelompok pernyataan yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat adversity quotient siswa, yang penyajian hasilnya berupa sejumlah data informasi di dalam komputer.

Ulasan Software Adversity Quotient

 Salah satu tampilan Software Adversity Quotient 1
 Salah satu tampilan Software Adversity Quotient 1
 Salah satu tampilan Software Adversity Quotient 2
  Salah satu tampilan Software Adversity Quotient 2
Salah satu tampilan Software Adversity Quotient 3
Salah satu tampilan Software Adversity Quotient 3


Buku Panduna Software Adversity Quotient [No Password]
Software Adversity Quotient [Password Required]

Password: bkum

Software Skala Self Esteem (Bimbingan dan Konseling)

Salah satu cara untuk mengetahui aspek kepribadian individu adalah dengan menggunakan skala. Skala merupakan alat pengumpul data yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang bertujuan mengungkap aspek kepribadian individu. Salah satu aspek kepribadian individu yang bisa diukur menggunakan skala adalah aspek kepribadian self esteem.

Berdasarkan jabaran yang telah diterangkan sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa software skala self esteem adalah kumpulan dari perintah atau fungsi yang dibuat menjadi suatu program untuk memberikan kemudahan dalam menganalisis dan mengukur tingkat self esteem siswa.

Ulasan Software Skala Self Esteem

Tampilan software skala selft esteem 1

Tampilan software skala selft esteem 2

Tampilan software skala selft esteem 3


Buku Panduna Software Skala Self Esteem [No Password]
 
Software Software Skala Self Esteem [Password Required]
Password: bkum

Contoh Instrumen Supervisi Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL-BK)

Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL) atau juga yang disebut Rencana Pelaksanaan Bimbingan Konseling (RBK) adalah sebuah perangkat pembelajaran yang disusun berdasarkan analisis kebutuhan (need assessment). Setelah RPL-BK selesai dibuat dan proses pembelajaran telah berlangsung maka perlu diadakan supervisi.

Instrumen Supervisi Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL-BK) adalah instrumen yang terdiri dari beberapa pernyataan tentang penyusunan Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL-BK). Supervisi Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL-BK) dilaksanakan untuk memberikan pengawasan dan pembinaan penyusunan Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL-BK).


Arah dan Tujuan Supervisi Konseling

Adapun arah supervisi dalam program bimbingan adalah:
1. Mengontrol kegiatan-kegiatan dari para personil bimbingan yaitu bagaimana pelaksanaan tugas dan tanggung jawab mereka masingmasing
2. Mengontrol adanya kemungkinan hambatan-hambatan yang ditemui oleh para personil bimbingan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing
3. Memungkinkan dicarinya jalan keluar terhadap hambatanhambatan
dan permasalahan-permasalahan yang ditemui
4. Memungkinkan terlaksananya program bimbingan secara lancar kearah pencapaian tujuan sebagaimana yang telah ditetapkan.

Tujuan Supervisi

1.  Meningkatkan kompetensi professional konselor
2. Meningkatkan kesadaran dan identitas professional
3. Mendorong perkembangan pribadi dan professional
4. Mempromosikan kinerja professional
5. Pemberian jaminan mutu terhadap praktek professional.

Download Instrumen Supervisi Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL-BK)

Instrumen Supervisi Layanan Bimbingan Kelompok

Instrumen Supervisi Layanan Bimbingan Kelompok adalah instrumen yang terdiri dari beberapa pernyataan tentang pelaksanaan Bimbingan Kelompok. Supervisi Layanan Bimbingan Kelompok dilaksanakan untuk memberikan pengawasan dan pembinaan cara pelaksanaan Bimbingan Kelompok. Sedangkan Bimbingan Kelompok adalah bimbingan yang diberikan dikelas dengan metode ceramah.

Arah dan Tujuan Supervisi Konseling

Adapun arah supervisi dalam program bimbingan adalah:
1. Mengontrol kegiatan-kegiatan dari para personil bimbingan yaitu bagaimana pelaksanaan tugas dan tanggung jawab mereka masingmasing
2. Mengontrol adanya kemungkinan hambatan-hambatan yang ditemui oleh para personil bimbingan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing
3. Memungkinkan dicarinya jalan keluar terhadap hambatanhambatan
dan permasalahan-permasalahan yang ditemui
4. Memungkinkan terlaksananya program bimbingan secara lancar kearah pencapaian tujuan sebagaimana yang telah ditetapkan.

Tujuan Supervisi

1.  Meningkatkan kompetensi professional konselor
2. Meningkatkan kesadaran dan identitas professional
3. Mendorong perkembangan pribadi dan professional
4. Mempromosikan kinerja professional
5. Pemberian jaminan mutu terhadap praktek professional.

Instrumen Supervisi Layanan Bimbingan Kelompok (BK)

Download Instrumen Supervisi Layanan Bimbingan Kelompok (BK)

Instrumen Supervisi Layanan Bimbingan Klasikal

Instrumen Supervisi Layanan Bimbingan Klasikal adalah instrumen yang terdiri dari beberapa pernyataan tentang pelaksanaan Bimbingan Klasikal yaitu mulai Pendahuluan, Kegiatan, dan Penutup.

Supervisi Layanan Bimbingan Klasikal dilaksanakan untuk memberikan pengawasan dan pembinaan cara pelaksanaan Bimbingan Klasikal. Sedangkan Bimbingan Klasikal adalah bimbingan yang diberikan dikelas dengan metode ceramah.
Instrumen Supervisi Layanan Bimbingan Klasikal (BK)

Arah dan Tujuan Supervisi Konseling

Adapun arah supervisi dalam program bimbingan adalah:
1. Mengontrol kegiatan-kegiatan dari para personil bimbingan yaitu bagaimana pelaksanaan tugas dan tanggung jawab mereka masingmasing
2. Mengontrol adanya kemungkinan hambatan-hambatan yang ditemui oleh para personil bimbingan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing
3. Memungkinkan dicarinya jalan keluar terhadap hambatanhambatan
dan permasalahan-permasalahan yang ditemui
4. Memungkinkan terlaksananya program bimbingan secara lancar kearah pencapaian tujuan sebagaimana yang telah ditetapkan.


Tujuan Supervisi

1.  Meningkatkan kompetensi professional konselor
2. Meningkatkan kesadaran dan identitas professional
3. Mendorong perkembangan pribadi dan professional
4. Mempromosikan kinerja professional
5. Pemberian jaminan mutu terhadap praktek professional.

Download Instrumen Supervisi Layanan Bimbingan Klasikal

Instrumen Supervisi Layanan Konseling Individual

Instrumen Supervisi Layanan Konseling Individual adalah instrumen yang terdiri dari beberapa pernyataan tentang pelaksanaan Konseling Individual. Supervisi Layanan Konseling Individual dilaksanakan untuk memberikan pengawasan dan pembinaan cara pelaksanaan Konseling Individual. Sedangkan Konseling Individual adalah bimbingan yang diberikan dikelas dengan metode ceramah.

Arah dan Tujuan Supervisi Konseling

Adapun arah supervisi dalam program bimbingan adalah:
1. Mengontrol kegiatan-kegiatan dari para personil bimbingan yaitu bagaimana pelaksanaan tugas dan tanggung jawab mereka masingmasing
2. Mengontrol adanya kemungkinan hambatan-hambatan yang ditemui oleh para personil bimbingan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing
3. Memungkinkan dicarinya jalan keluar terhadap hambatanhambatan
dan permasalahan-permasalahan yang ditemui
4. Memungkinkan terlaksananya program bimbingan secara lancar kearah pencapaian tujuan sebagaimana yang telah ditetapkan.


Tujuan Supervisi

1.  Meningkatkan kompetensi professional konselor
2. Meningkatkan kesadaran dan identitas professional
3. Mendorong perkembangan pribadi dan professional
4. Mempromosikan kinerja professional
5. Pemberian jaminan mutu terhadap praktek professional.


Download Instrumen Supervisi Layanan Konseling Individual

Instrumen Supervisi Layanan Konseling Kelompok

Instrumen Supervisi Layanan Konseling Kelompok adalah instrumen yang terdiri dari beberapa pernyataan tentang pelaksanaan Konseling Kelompok. Supervisi Layanan Bimbingan Kelompok dilaksanakan untuk memberikan pengawasan dan pembinaan cara pelaksanaan Bimbingan Kelompok. Sedangkan Bimbingan Kelompok adalah bimbingan yang diberikan dikelas dengan metode ceramah.

Arah dan Tujuan Supervisi Konseling

Adapun arah supervisi dalam program bimbingan adalah:
1. Mengontrol kegiatan-kegiatan dari para personil bimbingan yaitu bagaimana pelaksanaan tugas dan tanggung jawab mereka masingmasing
2. Mengontrol adanya kemungkinan hambatan-hambatan yang ditemui oleh para personil bimbingan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing
3. Memungkinkan dicarinya jalan keluar terhadap hambatanhambatan
dan permasalahan-permasalahan yang ditemui
4. Memungkinkan terlaksananya program bimbingan secara lancar kearah pencapaian tujuan sebagaimana yang telah ditetapkan.

Tujuan Supervisi

1.  Meningkatkan kompetensi professional konselor
2. Meningkatkan kesadaran dan identitas professional
3. Mendorong perkembangan pribadi dan professional
4. Mempromosikan kinerja professional
5. Pemberian jaminan mutu terhadap praktek professional.

Instrumen Supervisi Layanan Konseling Kelompok (BK)

Download Instrumen Supervisi Layanan Konseling Kelompok (BK)

Kartu Panggilan Siswa Bimbingan dan Konseling

Kartu panggilan siswa bimbingan dan konseling adalah kartu yang menyatakan untuk memanggil siswa dengan keperluan konseling individu maupun konseling kelompok. Kartu atau surat panggilan ini dibuat dan diberikan kepada guru yang saat itu mengajar di kelas.

Jadi pemanggilan siswa ke ruang bimbingan dan konseling pada saat proses kegiatan belajar dan mengajar (KBM). Kalau konselingnya dilakukan saat istirahat dan maupun setelah pulang sekolah tidak perlu memanggil siswa atau konseli menggunakan kartu panggilan siswa.
Kartu Panggilan Siswa Bimbingan dan Konseling

Sebenarnya tidak ada patokan atau pedoman contoh kartu panggilan siswa, rekan konselor bisa membuat sendiri selain contoh yang diberikan ini. Yang terpenting inti dari kartu panggilan tidak melenceng dari tujuannya.

Kartu panggilan siswa untuk pergi ke ruang bimbingan dan konseling ini dibuat menggunakan Microsoft Office Word, jadi Anda tinggal download dan menyesuaikannya dengan kondisi sekolah. Kartu panggilan siswa menggunakan kertas F4 yang terbagi menjadi 4 bagian, sehingga ntuk mencetak dalam jumlah banyak lebih hemat.

Kamis, 21 September 2017

Aplikasi DCM Bimbingan dan Konseling Untuk SMP/ SMA/ SMK

Daftar cek masalah atau yang disingkat DCM adalah daftar berisi pernyataan-pernyataan yang merupakan masalah yang diasumsikan biasa dialami oleh individu dalam tingkat perkembangan tertentu. DCM digunakan untuk mengungkap masalah-masalah yang dialami oleh individu, dengan merangsang atau memancing individu untuk pengutaraan masalah yang pernah atau sedang dialaminya.

Beberapa aspek yang berusaha diungkap lewat DCM adalah: Kesehatan, Keadaan Penghidupan/ Ekonomi, Rekreasi dan Hobi, Kehidupan Keluarga, Agama dan Moral, Kehidupan Sosial dan Keaktifan Berorganisasi, Hubungan Pribadi, Muda-Mudi, Penyesuaian Terhadap Sekolah, dan Masa Depan dan Cita-cita Pendidikan Jabatan.
Aplikasi DCM Bimbingan dan Konseling

Tujuan pengembangan aplikasi DCM adalah untuk mempermudahkan guru BK dalam mengidentifikasi permasalahan siswa secara menyeluruh untuk masing-masing individu. Kegunaan DCM bisa digunakan untuk menyusun program Bimbingan dan Konseling, dan ataupun untuk mengetahui permasalahan siswa.

Bila digunakan untuk assessmnet maka pelaksanaanya awal masuk sekolah atau akhir semester, kalau digunakan untuk mengidentifikasi pemasalahan bisa dilaksanakan pertengahan semester. Aplikais ini dikembangkan oleh sesama konselor yang peduli terhadap perkembangan BK khususnya aplikasi.

Menu utama dalam aplikasi DCM Bimbingan dan Konseling
1. Petunjuk Operasional
2. Soal DCMTabulasi Hasil
3. Profil Individu
4. Profil Kelas
5. Analisi Per Butir Soal
6. Analisis Topi Perkelas
7. Analisis Pertopik
8. dan Lembar Jawaban DCM.

Aplikasi Daftar Cek Masalah DCM ini dikembangkan untuk pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA/ SMK). Bila Anda mebutuhkan aplikasi ini silahkan download pada link beriku ini.

Download Aplikasi DCM Versi A
Download Aplikasi DCM Versi B
Download Panduan Penggunaan Aplikasi DCM.